Mengenali tanda-tanda tanah longsor
Longsor sering didahului tanda-tanda yang bisa dilihat dan didengar. Kenali agar sempat menyelamatkan diri.
Tanah longsor paling sering terjadi saat atau setelah hujan deras yang berlangsung lama, terutama di lereng yang curam, gundul, atau baru dipotong untuk jalan dan rumah.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai
- Muncul retakan baru di tanah, lantai, atau dinding rumah, terutama yang memanjang searah lereng.
- Pohon, tiang listrik, atau pagar miring ke arah bawah lereng.
- Pintu dan jendela tiba-tiba sulit dibuka atau ditutup.
- Muncul mata air baru atau rembesan air keruh dari lereng.
- Air sumur atau mata air yang biasanya jernih mendadak keruh.
- Terdengar suara gemuruh atau ranting patah dari arah bukit.
- Batu-batu kecil mulai berjatuhan dari tebing.
Bila tanda-tanda itu muncul
- Segera beri tahu keluarga, tetangga, dan aparat desa.
- Tinggalkan rumah di bawah atau di atas lereng tersebut, terutama saat hujan masih turun.
- Menjauh ke arah samping dari jalur luncuran, menuju titik kumpul.
- Jangan kembali sebelum dinyatakan aman oleh aparat.
Retakan kecil di lereng bisa ditutup sementara dengan tanah liat agar air hujan tidak masuk, tetapi tetap laporkan ke aparat desa.
Mencegah longsor di sekitar rumah
- Tanam pohon berakar dalam di lereng, jangan menebang pohon di tebing.
- Buat saluran air agar air hujan tidak menggenang di lereng.
- Jangan memotong lereng menjadi tegak lurus saat membangun rumah atau jalan.